Bab [44] Ususnya Menjadi Hijau karena Penyesalan

Sudut ruangan itu awalnya cukup sepi, tidak ada yang terlalu memperhatikan. Namun, begitu Adi Wijaya datang, semua mata sontak tertuju ke sana. Tentu saja, Maya Wijaya pun melihatnya.

“Kamu bikin ulah apa lagi?” Maya Wijaya menghampiri dan mencubit lengan Melati Santoso. “Baru aku tinggal sebentar ...

Masuk dan lanjutkan membaca