Bab [19] Dia Selalu Menyamar

Kami berdua sama-sama terkejut.

Mata Arya Hartono seketika menyipit, sementara tatapanku semakin tajam. Aku menatapnya dengan penuh tekanan. "Angkat!"

Tubuh Arya Hartono menegang, terpaku di tempatnya berdiri.

"Arya Hartono, kalau kamu masih punya sedikit saja hati nurani, angkat telepon itu di d...

Masuk dan lanjutkan membaca