Bab [37] Telepon Mendesak dari Kampung Halaman

Telepon itu bagaikan petir di siang bolong, membuatku seketika membeku.

Sudah dua tahun aku tidak pulang ke kampung halaman. Anakku masih terlalu kecil, ditambah lagi Arya Hartono selalu sibuk. Dia tidak tega membiarkanku pulang sendirian membawa anak, jadi kepulanganku selalu tertunda.

Aku mematu...

Masuk dan lanjutkan membaca