Bab [42] Dia Hanya Gugup

Melihat aku sudah membulatkan tekad, Ivan hanya bisa menggeleng pasrah. "Makan dulu, ya?"

Aku mengangguk. "Aku harus memulai hidupku lagi!"

Setelah tekadku bulat, aku merapikan diri sejenak, lalu berkata pada Ivan, "Aku mau jemput anakku."

Ivan menahan lenganku. "Kamu yakin sudah kuat? Gimana kal...

Masuk dan lanjutkan membaca