Bab [47] Menahan Penghinaan dan Memikul Beban

Aku terlonjak kaget dan langsung menggenggam tanganku erat-erat. Melihat Fajar Prasetya berbalik pergi seolah tidak terjadi apa-apa, hatiku malah berdebar kencang, persis seperti maling yang ketahuan basah.

Aku bahkan sempat melirik Arya Hartono, dan lega saat melihatnya tidak memperhatikanku. Deng...

Masuk dan lanjutkan membaca