Bab [88] Luna Wijaya

Luna Wijaya juga tidak menyangka aku akan langsung menyebut namanya. Dia mengerutkan kening. Mungkin saat ini dia sedang mengumpat dalam hati, berpikir aku sudah mulai seenaknya memerintah mereka padahal ponselnya saja belum di tangan. Rasanya pasti sangat menyebalkan. Tapi, demi iPhone yang sebenta...

Masuk dan lanjutkan membaca