Bab [9] Malapetaka Datang Berturut-turut

Aku hanya bisa tersenyum getir. "Oke," jawabku singkat, lalu langsung menutup telepon.

Saat itu, di mataku, Ivan tak lebih dari seorang penjilat yang licik. Di depanku, dia menasihatiku dengan begitu manisnya agar aku menunjukkan nilaiku sendiri. Tapi sekarang, di depan suamiku, dia malah menyindir...

Masuk dan lanjutkan membaca