Bab 240 Pacar Baru Ayah

"Maaf, tadi jalanan macet banget."

Maya tidak banyak alasan. Ia meletakkan termos di atas meja nakas, menyendokkan bubur ke mangkuk kecil, dan menatap putrinya dengan senyum lembut. "Sayang, kita coba makan sedikit, ya?"

Sifa menggeleng, sama sekali tidak tertarik. Membayangkan makanan saja sudah...

Masuk dan lanjutkan membaca