Bab 200: Akankah Mereka Bersama?

Sore itu, Diana sedang merapikan berkas-berkas di ruang kerjanya ketika ada ketukan pelan di pintu. Rangga menyembul, lalu masuk.

“Ma, boleh ngomong?”

Diana meletakkan kertas-kertasnya. “Tentu. Sini, duduk.”

Rangga duduk di kursi di seberang meja. Wajah kecilnya tampak serius, seperti memikul beb...

Masuk dan lanjutkan membaca