Bab 229 Kecurigaan

Lukman dan Elisa duduk bersisian di bangku panjang lorong itu.

Elisa menunduk dalam, bahunya merosot seolah seluruh semangat hidupnya baru saja direnggut paksa.

Melihat kondisi adiknya, Lukman berkata pelan, "El, coba deh kamu telepon Dimas. Cek gimana kabar anak-anak. Ini sudah larut banget. Apa ...

Masuk dan lanjutkan membaca