Bab 220 Sebuah Nubuat Tergenapi

[Hai Sayang,

Aku berangkat ke kantor dulu. Tungguin aku pulang, ya.

Aku bikinin kamu sarapan. Ada di meja makan. Jangan diskip, oke?

Sayang,

Michael]

Isabella membaca catatan itu dua kali. Senyum pelan sudah mengembang di wajahnya bahkan sebelum ia menuntaskan baris pertama. Ada hangat yang pela...

Masuk dan lanjutkan membaca