Bab 239: Kafe

“Jadi… kamu beneran ngasih warung kopi ini ke aku?” Isabella menatap Kenna, terpaku.

Michael mengambil berkas dari tangan Isabella lalu membolak-baliknya cepat. Surat-suratnya kelihatan sah. Tapi Michael tetap bertanya-tanya—apa maunya Kenna?

“Kenna, jangan sekali-kali kepikiran main-main sama ist...

Masuk dan lanjutkan membaca