Bab 123 123

Dia mendorong tanganku selama beberapa detik, masih bergulat dalam mimpi buruknya. Aku harus terus mengulang-ulang perkataanku sebelum matanya akhirnya berkedip mengusir kantuk dan fokus padaku.

"R-Ruslan?" Suaranya pecah karena ketakutan tapi ada juga rasa lega yang terselip di sana. "M-maaf," ada...

Masuk dan lanjutkan membaca