Bab 180 180

Adrik menatapku dengan sorot yang menyala-nyala, lalu perlahan menurunkan senjatanya. Seseorang memanggil namaku—salah satu gadis—tapi aku tak berani mengalihkan pandangan dari Adrik sedetik pun.

“Emma,” kataku tanpa menoleh, “tutupin mata mereka.”

Kudengar Emma berbisik pada mereka. Kata-kata lem...

Masuk dan lanjutkan membaca