Bab 29 Cukup Teliti

Nada suaranya enteng, nyaris santai—seperti suara seseorang yang akhirnya bisa melepaskan semuanya.

Tapi dada Reza serasa ambruk. Tanpa minta izin, ia mencengkeram pegangan kursi roda dan mendorongnya ke arah ruang kerjanya sambil terus ngomong.

“Oke, lo udah bikin adegan. Lo udah ngerusak semuan...

Masuk dan lanjutkan membaca