Bab 122: Menikah

Balai Kota.

Astrid melangkah keluar dari lorong kantor itu dengan langkah ringan seolah melayang, pandangannya kosong menancap pada buku nikah di tangannya. Ujung-ujung jarinya masih terasa hangat, dan entah kenapa, selembar dokumen itu terasa punya bobot—seolah memberi nilai dan makna yang tak ia ...

Masuk dan lanjutkan membaca