Di Jalur yang Benar

Vincent perlahan mendekat, dan ketika mata kami bertemu, aku merasakan sesuatu yang berbeda darinya. Dia bukan Vincent yang sombong dan penuh kendali seperti biasanya. Ada kerentanan.

“Maaf, Isadora,” katanya, suaranya lebih lembut. Sebelum aku bisa merespons, dia mendekat dan menciumku.

Itu ada...

Masuk dan lanjutkan membaca