BAB 22: MENGGODANYA

Celine

“Bilang sesuatu, Celine,” desak Dino, sorot khawatir berkelebat di matanya.

“Aku nggak apa-apa,” celetukku, memaksakan senyum tipis tanpa memperlihatkan gigi. “Aku harus pergi sekarang.” Dino mengangguk, melepas genggaman tanganku, dan aku keluar dari toilet, bergabung dengan para pen...

Masuk dan lanjutkan membaca