Bab 148

Sudut Pandang Alya

Pagi berikutnya, aku sudah bangun lebih awal, berdiri di dekat jendela sambil menggendong Rangga kecil dalam dekapanku. Cahaya fajar melukis taman dengan warna keemasan yang lembut, dan si kecil tampak terpesona oleh bayangan pepohonan yang terus berubah. Kudengar Mas Bima berger...

Masuk dan lanjutkan membaca