78

"Tenang."

Itu sudah entah yang keberapa kalinya Asa menyuruhku untuk tenang—rasanya seperti seribu kali—tapi sungguh, sama sekali tidak membantu. Biasanya Asa jago menenangkanku dan meredakan gugupku, tapi sepertinya aku memang belum pernah setegang ini sebelumnya.

Tangan Asa menggenggam tanganku,...

Masuk dan lanjutkan membaca