Pulau

Pagi itu sunyi, tapi bukan sunyi yang menenangkan. Ini sunyi yang bikin perut terasa melintir sedikit. Seolah-olah semua orang sedang pura-pura nggak ada apa-apa, padahal sebenarnya semuanya sebentar lagi berubah.

Aku berdiri di depan koperku, menggigit bibir bawah, tangan menggantung di atas tumpu...

Masuk dan lanjutkan membaca