Bab Seratus Dua Puluh Tiga

Bab Seratus Dua Puluh Tiga

Adam mengemudi langsung ke rumahnya di Jakarta, genggamannya erat pada setir. Lampu kota berkelebat di sekelilingnya, tapi dia hampir tak memperhatikannya.

Matanya merah, bukan hanya karena kelelahan tetapi juga karena sesuatu yang lebih berat, sesuatu yang mentah yang d...

Masuk dan lanjutkan membaca