Bab Seratus Tiga Puluh Tiga

Bab Seratus Tiga Puluh Tiga

"Anak itu milikmu, Adam. Kamu hanya harus menerimanya," kata Pak Wibowo dengan tegas, suaranya menggema di ruang kerja yang sunyi.

Adam berdiri di dekat jendela, tangannya dalam-dalam di saku. Dia tidak ingin berbalik.

Dia tidak ingin melihat wajah ayahnya karena dia s...

Masuk dan lanjutkan membaca