Bab Seratus Empat Puluh Tiga

Selasa pagi, Jakarta. Rumah Besar keluarga Hitam.

“Aku sudah bilang jangan pernah hubungi aku lagi seumur hidupmu,” kata Nita sambil berjalan mondar-mandir di kamarnya. Satu tangan memegang segelas jus jeruk, tangan lainnya menekan ponsel ke telinganya. Suaranya rendah, hampir bergetar, tapi ia mem...

Masuk dan lanjutkan membaca