Bab Seratus Lima Puluh Delapan

Bab Seratus Lima Puluh Delapan

"Sepertinya kamu akhirnya siap untuk menetap dengan Nita," kata Pak Wibowo di telepon, suaranya tenang tetapi membawa otoritas seperti biasa.

"Siapa yang bilang begitu, Pak?" Adam bersandar di kursinya, sedikit mengernyit.

"Aku melihat gambar-gambar yang beredar...

Masuk dan lanjutkan membaca