Bab lima belas

Bab 15

Tia duduk di tangga batu yang dingin di luar, memeluk lututnya ke dada. Udara malam yang sejuk tak mampu mendinginkan rasa malu yang membara di pipinya.

Air matanya telah meresap ke dalam lengan bajunya saat ia mengubur wajahnya, terisak pelan agar tidak ada yang mendengarnya dari dalam.

P...

Masuk dan lanjutkan membaca