Bab Seratus Enam Puluh

Bab Seratus Enam Puluh

“Kamu lihat ada kegagalan di namaku, Tessa?” tanya Nita sambil bersandar di sofa, telepon menempel di telinganya. Kuku-kuku yang terawatnya mengetuk-ngetuk cincin tunangan di jarinya, memantulkan cahaya.

“Enggak, sayang,” jawab Tessa seketika, suaranya penuh semangat. “Aku m...

Masuk dan lanjutkan membaca