Bab Seratus Delapan Puluh Lima

Bab Seratus Delapan Puluh Lima

Perjalanan pulang terasa sunyi.

Dia bahkan tak sudi menyalakan radio. Keheningan duduk bersamanya di dalam mobil, dan dia membiarkannya. Dia tak mau musik atau keributan. Dia ingin merasakannya—setiap jengkal penyesalan yang menindih di dalam dadanya.

Dia sudah meny...

Masuk dan lanjutkan membaca