Bab Seratus Delapan Puluh Sembilan

Bab Seratus Delapan Puluh Sembilan

“Tia,” panggilnya.

Tia hanya menatap.

Sedikit saja ia sudah ketakutan. Jantungnya berdegup kencang, jemarinya mengerat di tangan kecil Andy.

“Ayo, Nak, kita pulang,” katanya, menarik Andy pelan, berusaha melangkah cepat menjauh dari Adam.

“Tia, tolong,” kata A...

Masuk dan lanjutkan membaca