Bab Sembilan Puluh Tiga

Bab Sembilan Puluh Tiga

Suara Pak Wibowo terdengar tegas dan terukur melalui telepon, membawa bobot otoritas yang telah Adam kenal sejak kecil namun tak pernah benar-benar terbiasa.

“Temui aku besok jam 8 pagi. Sebuah kata cukup bagi yang bijak.”

Telepon terputus sebelum Adam sempat merespons...

Masuk dan lanjutkan membaca