Bab [12]

Rina Wulan mengukir senyum sinis di sudut bibirnya, tersenyum dingin penuh sarkasme. “Terima kasih atas kebaikan Pak Wijaya, sepertinya aku memang cukup berharga.”

Setelah berkata demikian, dia segera meninggalkan ruang istirahat.

Ruangan istirahat yang luas itu menjadi hening sesaat. Hendra Wijay...

Masuk dan lanjutkan membaca