Rumah Anjing - Bagian I

"Hai."

Alya menatap Bima sambil bersandar di tumpukan bantal dengan sebuah novel di tangan. Secangkir teh melati hangat untuk menenangkan urat sarafnya yang tegang dan sebatang cokelat tergeletak di sebelahnya.

"Masih nggak mau ngomong sama aku?"

"Kamu makan potong martabak terakhirku."

"Skorku ...

Masuk dan lanjutkan membaca