TITIK PUTUS

Marmer di bawah kakiku berpendar buram saat aku berlari, pandanganku berkabut oleh air mata yang akhirnya tak sanggup lagi kutahan. Dadaku nyeri, seolah retak setiap kali menarik napas, dan gaun yang tadi sempat terasa megah kini terseret di belakangku seperti beban mati. Aku tak berhenti. Aku tak b...

Masuk dan lanjutkan membaca