SEMUA DIA

Sudut Pandang Sebastian

Pagi itu, aku terbangun dengan aroma manis wanita di pelukanku. Tubuhnya melengkung sempurna ke arahku, tertidur pulas. Aku menelusuri wajahnya dengan dua jariku; hidungnya, matanya, bibirnya. Semuanya sempurna.

Dia mengerang dan merapatkan tubuhnya ke dadaku, lalu membuka ...

Masuk dan lanjutkan membaca