Saatnya untuk ciuman

Aku merasakan tangannya lebih dulu saat jemarinya menutup di bahuku, dan aku spontan menarik lutut lebih rapat, melindungi wajahku. Jantungku menghantam dada seolah mau kabur. Seolah mau meloncat keluar dari tubuh bodoh yang menampungnya dan menyelamatkan diri dari kekacauan yang barusan kuciptakan ...

Masuk dan lanjutkan membaca