Bab 109 Bayangan Berburu

Telepon dari Adrian masuk jam dua dini hari.

Aku memang belum tidur. Dari tadi berjam-jam aku duduk di ruang tamu yang gelap, segelas scotch di tangan—bahkan belum kuminum—menatap ponsel seolah-olah kalau aku menatap cukup lama, layar itu bakal menyala dan menampilkan namanya.

Tapi tidak.

“Aku ne...

Masuk dan lanjutkan membaca