Bab 143 Setiap Waktu

Jam demi jam berlalu. Entah sudah berapa lama. Waktu kehilangan maknanya.

Aku duduk di kafetaria rumah sakit, menatap secangkir kopi yang sama sekali tidak kusentuh sampai permukaannya dingin dan pahit. Orang-orang lalu-lalang di sekelilingku—dokter, perawat, keluarga pasien. Ada yang bercakap, ada...

Masuk dan lanjutkan membaca