Bab 172

Aku menahan tubuhnya agar nggak jatuh, merasakan seluruh berat badannya ambruk ke pelukanku.

Kepalanya terkulai ke samping, kesadarannya naik-turun seperti nyala lilin diterpa angin. Aku otomatis mengencangkan pelukan—satu lengan menopang punggungnya, satu lagi menyelip di bawah lututnya.

Luka di ...

Masuk dan lanjutkan membaca