Bab 80 Air Merah

Aku nyetir pulang tanpa suara.

Lampu-lampu kota melintas buram di luar kaca. Tanganku mencengkeram setir sampai buku-buku jariku memutih.

Wajah Catherine terus muncul di kepalaku. Jeritannya. Keputusasaannya.

Bagus.

Biar dia membusuk di sana.

Dia pantas dapat yang lebih buruk. Jauh lebih buruk....

Masuk dan lanjutkan membaca