Bab [16] Hanya Karena Tanggung Jawab

Entah sudah berapa lama waktu berlalu, pintu kamar akhirnya terbuka dari luar.

Handi Hananto melangkah masuk diikuti oleh dokter pribadinya.

Air mata di wajah Aisyah Nurhaliza sudah mengering, hanya menyisakan jejak samar di atas bantal yang bercampur dengan keringat dingin. Sekilas pandang, jejak...

Masuk dan lanjutkan membaca