Bab [66] Sakit Kepala, Pijat Saya

Saat tatapannya bertemu dengan sorot mata menyelidik pria itu, hati Aisyah Nurhaliza terasa seperti tertusuk duri tajam.

Betapa ironisnya. Pria inilah yang memvonis dosanya dengan mulutnya sendiri, menjebloskannya ke balik jeruji besi dan mengubahnya menjadi seseorang yang menyedihkan seperti sekar...

Masuk dan lanjutkan membaca