Bab 21

Aku berlari pecut sampai ke kelas, loceng pun berbunyi ngam-ngam masa aku sampai. Aku terus melabuhkan punggung di tempat duduk, dada turun naik semput-semput, dan tanpa sengaja mata aku teralih pada Sophia. Dia senyum dari jauh—senyum yang macam ada maksud—aku cepat-cepat palingkan muka.

Macam man...

Log masuk dan teruskan membaca