Bab 208

Daniel dan Paula mengekori di belakangnya, memerhati belakang tubuhnya yang tegak, langsung tak berganjak. Mata mereka sarat dengan emosi yang bersimpang-siur, sedangkan dia nampak selamba saja, macam tak ada apa-apa.

Lepas mereka masuk lif, sunyi menyelongkar lama.

Akhirnya, Emily bersuara. “Paul...

Log masuk dan teruskan membaca