Bab 31

Penculik itu mengetap gigi dengan penuh benci, menggenggam pisau kuat-kuat di tangannya. Matanya merah menyala, sarat dengan nafsu darah.

Seolah-olah tiba-tiba teringat sesuatu, dia ketawa mengilai, kemudian perlahan-lahan menekan pisau yang sudah berlumur darah itu ke leher tebusan di sebelahnya.

...

Log masuk dan teruskan membaca