Bab Enam Ratus Lima Puluh Lapan

SANDY

“Silap?” Suara Rudy kasar berkerikil, macam batu jalan yang digesel-gesel. Walaupun bunyi itu menikam dada aku sampai berdenyut sakit, aku tetap elak pandang. Aku fokus pada satu titik entah di mana, jauh di belakang dia—yang, ya Allah, memang susah gila nak buat sebab badan dia yang besa...

Log masuk dan teruskan membaca