Bab 220

Dia menahan desakan untuk guna kekerasan, mengerah sisa sabar yang tinggal demi berpaut pada ketenangan yang rapuh. Dia sempat melontar kata-kata terakhir, macam tembakan perpisahan.

“Bradley, permainan kecil kau tu takkan jadi, sampai bila-bila.”

Lepas itu dia tak tunggu lama. Dia berpusing tajam...

Log masuk dan teruskan membaca