Bab 416 Puan Castillo

Kerena berdiri kaku macam patung, air mata berderai-derai turun di pipinya. Dalam hati, dia rasa hina yang teramat—macam maruah dipijak orang di depan khalayak.

“Kau buat apa lagi tercegat kat situ? Tak cukup lagi kau malukan diri? Masuk balik.” “Jangan terkebil-kebil, berambus!” Freya menengking K...

Log masuk dan teruskan membaca