Bab 201

Malam sudah larut benar, dan Cedric berdiri kaku lama di hadapan tingkap kaca dari lantai sampai siling. Cahaya kota memantulkan bayang-bayang bertompok atas kaca, dan jarinya mengetuk bingkai tingkap dengan rentak perlahan, teratur—macam dia sedang timbang-tara satu keputusan besar yang bakal dibua...

Log masuk dan teruskan membaca