
Aku Dikelilingi Wanita Cantik
Henry · Sedang Diperbarui · 533.6k Kata
Pendahuluan
Bab 1
Namaku Nolan. Aku mahasiswa, dan untuk sementara tinggal di rumah kakakku.
Malam itu aku sudah rebahan, mata nyaris terpejam, ketika tiba-tiba ada suara aneh dari kamar utama di sebelah.
Aku langsung bangkit tanpa alas kaki. Pelan-pelan kubuka pintu kamar, menyembulkan kepala ke luar, lalu menahan napas—memasang telinga.
Iya. Suaranya jelas dari kamar utama.
Mula-mula terdengar bunyi berderit, seperti ranjang yang digeser. Setelah itu, bunyi duk-duk—kepala ranjang menghantam dinding.
Aku melangkah jinjit, lalu menempelkan telinga ke celah pintu. Dari dalam, terdengar napas berat kakakku, diselingi erangan yang ditahan.
Bersamaan dengan itu, istrinya juga mengeluarkan desah yang teratur—lembut tapi menggoda, seolah sengaja dibuat-buat.
Dylan dan Grace sedang berhubungan seks.
Kepalaku mendadak pening. Badanku kaku seperti membeku.
Aku ingin pergi. Harusnya aku pergi. Tapi kaki ini seperti tidak menurut. Rasa penasaran pada hal yang seharusnya tabu justru membuat jantungku berdegup makin kencang.
Beberapa saat kemudian, bunyi kepala ranjang menghantam dinding terdengar lagi—lebih keras, lebih brutal—lalu, mendadak… senyap.
Senyap yang menakutkan, sampai rasanya suara jarum jatuh pun bakal terdengar.
Di luar pintu, aku bisa mendengar detak jantungku sendiri.
Lalu terdengar suara Grace, datar tapi menusuk, “Udah?”
Jelas dia tidak puas.
Dylan menjawab singkat, “Iya.”
Grace mendecak. “Maksudku, Dylan, kamu kenapa sih? Cepet banget. Kalau begini terus, kita kapan punya anak? Kayaknya kita nggak bakal punya anak deh.”
Dylan itu kakakku.
Suara Dylan meninggi, seolah meledak menahan kesal. “Bisa nggak kamu berhenti bawa-bawa anak terus? Itu bikin aku makin tertekan!”
Grace itu kakak iparku—perempuan yang, harus kuakui, terlalu seksi dan memikat.
“Jadi ini salahku? Kamu nyalahin aku?” suara Grace dingin. “Aku udah bilang. Kalau kamu mandul, jangan nyalahin aku! Dan kalau kamu nggak bisa jaga diri, terus aku deket sama laki-laki lain, jangan salahin aku juga!”
Setelah itu terdengar langkah menjauh. Tak lama kemudian, bunyi pintu kamar mandi, lalu suara shower menyala.
Aku seperti tersadar. Cepat-cepat aku kembali ke kamarku dan menjatuhkan diri ke kasur, napas masih berantakan.
Di kepalaku muncul pikiran yang membuatku sendiri muak: Grace seseksi itu… apa Dylan bisa ngimbangin? Kalau aku yang…
Plak!
Aku menampar pipiku sendiri keras-keras, jijik pada arah pikiranku.
Walau Dylan dan aku bukan saudara sedarah, di kampung kami satu marga. Dan selama ini dia baik padaku. Tanpa bantuannya, aku mungkin nggak bakal bisa masuk kampus ini—apalagi numpang tinggal di rumahnya sekarang.
Urusan kemampuan ranjang itu privasinya. Dan aku sama sekali tidak pantas punya pikiran kotor tentang istrinya.
Tapi desahan Grace barusan terus terngiang di telingaku. Bayangan tubuhnya yang montok dan menggoda memenuhi kepala, memaksa imajinasiku berputar tanpa ampun.
Aku tahu aku seharusnya berhenti.
Namun tanganku tetap bergerak, jari-jariku mengusap naik turun, dan aku mulai melampiaskan semuanya sendirian.
Beberapa menit kemudian, sekujur tubuhku bergetar. Aku tak bisa menahan diri—aku memuncak. Setelah itu, tubuhku mendadak lemas, seperti semua ketegangan runtuh sekaligus.
Terlalu cepat. Aku bahkan belum sempat ambil tisu. Cairannya terlanjur mengenai celana dalamku. Basah, lengket, menjijikkan.
Aku buru-buru bangun, mengganti celana dalam dengan yang bersih, lalu meninggalkan yang kotor di dekat ranjang. Anehnya, di dalam dada ada rasa puas yang memalukan. Setelah itu aku berbaring lagi dan akhirnya tertidur.
Karena kegiatan ospek dan latihan kedisiplinan belum mulai, aku tidur sampai jam delapan, baru terbangun ketika Grace memanggilku sarapan.
Aku bangkit dan tanpa sengaja menunduk.
Celana dalam yang kutinggalkan di samping ranjang semalam… hilang.
Aku berjalan ke jendela. Di balkon, aku melihatnya sudah dicuci bersih dan dijemur rapi di rak jemuran.
Dalam hati aku mengumpat.
Sial. Nanti gimana aku ngadepin Grace? Gimana kalau dia lihat… kalau aku ejakulasi di celana dalam? Harus gimana aku?
Dylan sudah pergi sejak pagi buta, tapi Grace ternyata sengaja nungguin buat sarapan bareng aku.
Aku cuma bisa nunduk, makan bakpao kukus dan minum susu, sama sekali nggak berani ngangkat kepala buat ketemu tatapannya.
“Nolan, jangan lempar baju sama celana yang kamu ganti di kamar. Taruh aja di kamar mandi bawah,” kata Grace, datar seperti lagi ngingetin hal sepele.
Panas langsung nyamber ke wajahku. Aku mengangguk pelan, malu setengah mati.
Yang bikin makin parah—Grace malah terkekeh lirih melihat reaksiku.
“Kamu kenapa, Nolan?” nada suaranya santai, malah seperti geli. “Guru SMA kamu nggak pernah ngajarin pengetahuan fisiologi?”
Aku nggak paham maksudnya. Aku menatapnya sebentar dengan wajah bingung, lalu buru-buru nunduk lagi.
“Hm, kayaknya memang nggak.” Grace melanjutkan, tenang. “Kamu tahu, perempuan itu tiap bulan haid, kan?”
Wajahku makin merah. Aku diam, nggak sanggup jawab.
Lalu Grace menambahkan, “Nolan, kamu itu sudah dewasa. Harusnya punya sedikit pemahaman soal hal-hal begitu. Jangan kayak anak kecil, dikit-dikit merah kalau bahas yang berhubungan sama seks.”
Dalam hati aku menghela napas. Itu juga tergantung siapa yang ngomong. Kalau sama temen-temen cowokku, mah biasa. Tapi kalau yang ngomong Grace… rasanya aneh kalau aku nggak salah tingkah.
“Kayak perempuan punya haid,” Grace melanjutkan, “tubuh laki-laki juga butuh ‘keluarin’. Ada yang keluarnya pas mimpi, ada juga lewat masturbasi.” Tatapannya tajam tapi tetap santai. “Aku lihat celana dalammu banyak banget spermanya. Kamu masturbasi?”
Meski dari tadi dia bilang itu hal normal, tetap aja rasanya aku pengin menghilang ditelan lantai. Telingaku panas, dada sesak karena malu.
“Nolan, ini memang normal.” Grace menyandarkan punggungnya, suaranya seperti ngasih nasihat. “Tapi kamu juga harus perhatiin frekuensinya. Aku mulai curiga Dylan dulu kebanyakan waktu muda, makanya sekarang… performanya di ranjang jelek.”
Aku nyaris tersedak. Susu di mulutku muncrat, menyiprat ke meja.
“Maaf! Maaf!” Aku bangkit panik, kikuk mau nyari lap, tapi Grace sudah santai ngambil tisu dari meja.
“Nolan,” katanya, lalu melirik noda susu di meja seperti memberi pelajaran hidup. “Kayak segelas susu ini. Kamu minum sebanyak apa pun, nggak akan sia-sia. Tapi kalau kamu semprot di meja, sayang banget, kan?”
Aku melongo, nggak langsung ngeh maksudnya.
“Dasar anak polos,” Grace tersenyum. “Sperma kamu nggak akan sia-sia kalau masuk ke tempat yang benar. Tapi kalau kamu terus-terusan keluar di celana dalam… itu baru namanya mubazir.”
Begitu kalimat itu masuk ke telingaku, tubuhku langsung kaku.
Aku buru-buru duduk lagi, menunduk sedalam-dalamnya, pura-pura fokus mengunyah bakpao.
“Hati-hati jangan keselek.” Grace mencondongkan botol minumnya ke arahku. “Nih, minum susu aku.”
Aku terpaku sepersekian detik—lalu refleks mataku meluncur ke dadanya.
Grace memutar bola mata, kesal tapi tetap tenang. “Ngapain kamu lihat begitu? Aku belum pernah punya anak, dari mana aku punya susu?”
Setelah itu dia menyodorkan botol yogurt yang dari tadi dia pegang.
Wajahku rasanya merah banget sampai seperti mau meledak. Malunya bukan main.
Di saat yang sama, dari arah pintu terdengar suara perempuan yang enak didengar, bening dan manis.
“Grace ada di rumah?”
Cuma dari suaranya aja, tanpa lihat orangnya, aku sudah yakin—ini pasti perempuan cantik.
Begitu mendengar panggilan itu, aku cepat-cepat berdiri dan berlari ke pintu, seperti nemu alasan buat kabur dari meja makan.
Dan begitu pintu kebuka—
Dalam hati aku cuma bisa ternganga.
Ya Tuhan… cantik banget.
Rambut panjang tergerai, wajah oval sempurna, hidung mancung tegas, bibir merah menyala—belum lagi tubuhnya yang aduhai, seperti patung hidup. Kecantikannya melampaui siapa pun yang pernah kulihat. Dia terlihat begitu memukau sampai rasanya nggak nyata, seperti Aphrodite yang keluar dari mitologi Yunani.
Perempuan itu juga tampak sedikit terkejut begitu melihatku. Dia berkedip beberapa kali, lalu menyunggingkan senyum menggoda.
“Hei, handsome,” katanya ringan. “Aku salah pintu, ya?”
Bab Terakhir
#567 Bab 567: Bersama dengan Kebaikan
Terakhir Diperbarui: 6/20/2026#566 Bab 566 Hati Nurani Belum Padamkan
Terakhir Diperbarui: 6/20/2026#565 Bab 565: Serang Pertama untuk Mendapatkan Tangan yang Lebih Atas
Terakhir Diperbarui: 6/20/2026#564 Bab 564 Sedikit Tidak Nyaman di Hatiku
Terakhir Diperbarui: 6/20/2026#563 Bab 563: Setengah Mendorong, Setengah Berhasil
Terakhir Diperbarui: 6/20/2026#562 Bab 562 Menyedihkan dengan Kecemburuan
Terakhir Diperbarui: 6/20/2026#561 Bab 561: Rahmat yang Berbeda
Terakhir Diperbarui: 6/20/2026#560 Bab 560 Saya Masih Berkompromi
Terakhir Diperbarui: 6/20/2026#559 Bab 559 Elysia Mulai Menyelidiki Saya
Terakhir Diperbarui: 6/20/2026#558 Bab 558 Aku Cemburu
Terakhir Diperbarui: 6/20/2026
Anda Mungkin Suka 😍
Paket: Aturan Nomor 1 - Tidak Ada Pasangan
"Lepaskan aku," saya merengek, tubuh saya gemetar dengan hasrat. "Aku tidak mau kamu menyentuhku."
Saya jatuh ke depan di atas tempat tidur lalu berbalik untuk menatapnya. Tato gelap di bahu Domonic yang berotot bergetar dan mengembang dengan hembusan napasnya. Senyum dalam dengan lesung pipitnya penuh dengan kesombongan saat dia meraih ke belakang untuk mengunci pintu.
Menggigit bibirnya, dia berjalan mendekati saya, tangannya menuju ke jahitan celananya dan tonjolan yang semakin membesar di sana.
"Kamu yakin tidak mau aku menyentuhmu?" Dia berbisik, membuka simpul dan menyelipkan tangan ke dalam. "Karena demi Tuhan, itulah yang selalu ingin aku lakukan. Setiap hari sejak kamu melangkah ke bar kami dan aku mencium aroma sempurnamu dari seberang ruangan."
Baru mengenal dunia shifter, Draven adalah manusia yang sedang melarikan diri. Seorang gadis cantik yang tidak ada yang bisa melindunginya. Domonic adalah Alpha dingin dari Red Wolf Pack. Sebuah persaudaraan dari dua belas serigala yang hidup dengan dua belas aturan. Aturan yang mereka sumpah tidak akan pernah dilanggar.
Terutama - Aturan Nomor Satu - Tidak Ada Pasangan
Ketika Draven bertemu Domonic, dia tahu bahwa dia adalah pasangannya, tetapi Draven tidak tahu apa itu pasangan, hanya bahwa dia telah jatuh cinta dengan seorang shifter. Seorang Alpha yang akan menghancurkan hatinya untuk membuatnya pergi. Berjanji pada dirinya sendiri, dia tidak akan pernah memaafkannya, dia menghilang.
Tapi dia tidak tahu tentang anak yang dikandungnya atau bahwa saat dia pergi, Domonic memutuskan aturan dibuat untuk dilanggar - dan sekarang apakah dia akan menemukannya lagi? Apakah dia akan memaafkannya?
Boneka Iblis
"Rileks, ya." Aku mencium bokong kirinya dan memutar jariku di dalamnya, lalu mendorongnya dengan keras.
"Ahh!"
Dia mengeluarkan erangan panas saat aku menyentuh titik sensitifnya, dan aku mendekati payudara kanannya, menandainya dengan gigitan dan hisapan. Aku ingin semua orang tahu besok bahwa dia sekarang punya seorang pria, pria yang akan menjadi satu-satunya pemiliknya. Setiap gerakannya akan kuketahui, hanya aku yang bisa memilikinya. Aku akan membunuh siapa pun yang berani mendekati boneka kecilku yang cantik ini.
Hidup Aurelia berubah drastis ketika dia dituduh salah membawa ganja di dalam ranselnya, dia dikirim ke Penjara Horizon yang terkenal, yang dikenal sebagai neraka di bumi. Di lingkungan di mana hukum dan ketertiban tampak seperti ilusi belaka, Aurelia mendapati dirinya dikelilingi oleh penjahat kejam dan bayangan menyeramkan yang mengintai di setiap sudut penjara.
Putus asa untuk bertahan hidup dan melarikan diri dari mimpi buruk ini, Aurelia menarik perhatian Iblis yang ditakuti, pemimpin tertinggi penjara itu. Dengan aura kekuasaan dan dominasi mutlaknya, Iblis melihatnya sebagai mangsa yang menggoda, bertekad untuk memilikinya sebagai miliknya. Saat dia berjuang untuk bertahan hidup di lingkungan di mana kekerasan merajalela, dia mendapati dirinya terlibat dalam permainan kucing dan tikus yang berbahaya dengan Iblis.
Di antara kegelapan penjara dan bayangan koridor, Aurelia berjuang untuk menjaga kemanusiaannya tetap utuh, bahkan saat dia mencoba mengubahnya menjadi boneka patuh. Di dunia di mana garis antara kebaikan dan kejahatan kabur, dia harus menemukan cara untuk menolak godaannya sebelum terlambat.
"Boneka Iblis" adalah kisah tentang keberanian, pengorbanan, dan penebusan di tempat di mana harapan adalah kemewahan langka dan bertahan hidup adalah perjuangan sehari-hari.
Sang Putri Hamil Kabur Usai Diceraikan
Ia bertahan dalam pernikahan tanpa cinta dan gairah selama tiga tahun, dengan keras kepala percaya bahwa suatu hari suaminya akan melihat nilainya. Namun, yang tidak pernah dia duga adalah malah menerima surat cerai darinya.
Akhirnya, dia mengambil keputusan: dia tidak menginginkan lelaki yang tidak mencintainya. Maka, di tengah malam yang pekat, dia pergi membawa serta janin dalam kandungannya.
Lima tahun kemudian, dia telah bertransformasi total. Ia kini adalah ahli bedah ortopedi terkemuka, seorang hacker tingkat atas, arsitek peraih medali emas di industri konstruksi, dan bahkan terungkap sebagai pewaris konglomerat triliunan rupiah. Semua identitas rahasianya berhasil terbongkar satu persatu.
Sampai suatu hari, seseorang membongkar fakta mengejutkan bahwa di sampingnya ada dua bocah berusia empat tahun yang wajahnya mirip sekali dengan bayi kembar naga-phoenix milik seorang CEO ternama.
Melihat sertifikat perceraian mereka, sang mantan suami tak bisa lagi duduk tenang. Dengan gegas dia memojokkan mantan istrinya, mendesaknya ke dinding, dan dengan suara bergetar penuh emosi dia bertanya, "Mantan istriku yang cantik, bukankah ini saatnya kau memberiku penjelasan?"
Pengantin Mafia-Nya
"Lepasin aku!" aku menggeram.
"Kalau aku mau sekarang juga," dia mendekat, bibirnya menyentuh lembut daun telingaku.
"Aku bisa memaksamu dan melihatmu berteriak dengan nada indahmu di bawahku," bisiknya dengan suara serak.
Aku terkejut dan mencoba melepaskan tangannya dari pinggangku.
"Kamu kan istriku, bukan?" dia menggoda, giginya menggigit lembut kulitku.
Aku merasakan panas aneh yang mulai membara di dalam diriku dan aku berusaha mengendalikannya.
"Dante, lepaskan aku!" aku mendesis.
Perlahan, kepalanya naik dari leherku dan menatapku.
Dia menggerakkan jarinya di sepanjang bibirku dan senyum iblis muncul di wajahnya.
Cinta. Kejahatan. Gairah. Tokoh wanita yang kuat.
Alina Fedorov, putri yang berani dan penuh semangat dari Don mafia Rusia, dipaksa menikah melawan kehendaknya oleh ayahnya. Dan pengantinnya tak lain adalah Dante Morelli yang ditakuti, capo dei capi dari mafia Italia-Amerika yang paling kuat dan berbahaya.
Dia memiliki markas yang tersebar di seluruh Eropa dan Amerika dengan banyak capo dan underboss yang siap melayani perintahnya. Mengelola dunia bawahnya tanpa hati, dia cepat menyingkirkan siapa pun yang melawan perintahnya dan bertahun-tahun pelatihannya membuatnya siap untuk kehidupan kejahatan yang berbahaya.
Namun, semua itu tidak akan berarti ketika dia bertemu dengan Alina Fedorov yang impulsif dan mandiri.
Bisakah cinta tumbuh di antara mereka terutama ketika Dante menginginkan balas dendam pada Alina atas dosa-dosa ayahnya? Ataukah Alina mampu meruntuhkan tembok dinginnya dan membuatnya bertekuk lutut untuknya?
Terjebak Dengan Tiga Bos Seksi Saya
"Kamu mau itu, sayang? Kamu mau kami kasih apa yang diinginkan memek kecilmu?"
"Y...ya, Pak." Aku menghela napas.
Kerja keras Joanna Clover selama kuliah terbayar ketika dia mendapat tawaran pekerjaan sebagai sekretaris di perusahaan impiannya, Dangote Group of Industries. Perusahaan ini dimiliki oleh tiga pewaris mafia, mereka tidak hanya memiliki bisnis bersama, tetapi juga kekasih dan sudah bersama sejak masa kuliah.
Mereka tertarik secara seksual satu sama lain tetapi mereka berbagi segalanya bersama termasuk wanita dan mereka menggantinya seperti baju. Mereka dikenal sebagai playboy paling berbahaya di dunia.
Mereka ingin berbagi dirinya, tapi apakah dia akan menerima kenyataan bahwa mereka juga bercinta satu sama lain?
Apakah dia akan mampu menavigasi antara bisnis dan kesenangan?
Dia belum pernah disentuh oleh pria sebelumnya apalagi tiga sekaligus. Apakah dia akan menurut?
Cinta Terburu-buru Sang CEO
Sang Profesor
Suaranya penuh dengan beban dan urgensi
dan aku segera menurut sebelum dia mengarahkan pinggulku.
Tubuh kami bertemu dengan irama yang keras dan marah.
Aku semakin basah dan panas saat mendengarkan suara kami bercinta.
"Sial, vaginamu gila."
Setelah satu malam panas dengan seorang pria asing yang dia temui di klub, Dalia Campbell tidak mengira akan bertemu Noah Anderson lagi. Kemudian Senin pagi tiba, dan orang yang masuk ke ruang kuliah sebagai dosen adalah pria asing dari klub itu. Ketegangan meningkat dan Dalia berusaha sekuat tenaga untuk menjauhinya karena dia tidak ingin terganggu oleh siapa pun atau apa pun - ada juga fakta bahwa dia benar-benar terlarang - tetapi ketika dia menjadi asisten dosennya, batasan hubungan dosen/mahasiswa mereka menjadi kabur.
Bapak Forbes
Ya ampun! Kata-katanya membuatku terangsang sekaligus kesal. Dia masih sama seperti dulu, brengsek yang arogan dan bossy, selalu ingin segalanya sesuai keinginannya.
"Kenapa aku harus melakukan itu?" tanyaku, merasakan kakiku mulai lemas.
"Maaf kalau aku membuatmu berpikir kamu punya pilihan," katanya sebelum menarik rambutku dan mendorong tubuhku, memaksaku menunduk dan meletakkan tanganku di atas meja kerjanya.
Astaga. Itu membuatku tersenyum, dan membuatku semakin basah. Bryce Forbes jauh lebih kasar daripada yang kubayangkan.
Anneliese Starling bisa menggunakan setiap sinonim untuk kata kekejaman dalam kamus untuk menggambarkan bos brengseknya, dan itu masih belum cukup. Bryce Forbes adalah lambang kekejaman, tapi sayangnya juga lambang hasrat yang tak tertahankan.
Sementara ketegangan antara Anne dan Bryce mencapai tingkat yang tak terkendali, Anneliese harus berjuang untuk menahan godaan dan harus membuat pilihan sulit, antara mengikuti ambisi profesionalnya atau menyerah pada hasrat terdalamnya, karena batas antara kantor dan kamar hampir sepenuhnya hilang.
Bryce tidak tahu lagi apa yang harus dilakukan untuk mengeluarkannya dari pikirannya. Untuk waktu yang lama, Anneliese Starling hanyalah gadis yang bekerja dengan ayahnya, dan kesayangan keluarganya. Tapi sayangnya bagi Bryce, dia telah menjadi wanita yang tak tergantikan dan provokatif yang bisa membuatnya gila. Bryce tidak tahu berapa lama lagi dia bisa menahan diri untuk tidak menyentuhnya.
Terlibat dalam permainan berbahaya, di mana bisnis dan kenikmatan terlarang saling terkait, Anne dan Bryce menghadapi garis tipis antara profesional dan pribadi, di mana setiap tatapan yang dipertukarkan, setiap provokasi, adalah undangan untuk menjelajahi wilayah berbahaya dan tak dikenal.
Kesayangan CEO
Dia adalah kaisar gelap yang ditakuti semua orang, dikabarkan kejam dan kejam, dan tegas, tetapi dia hanya memanjakannya tanpa hukum.
Suatu hari, reporter bertanya: "Nyonya Lu, apakah Anda memiliki sesuatu yang perlu ditakuti?"
Gu Mengmeng tidak meneteskan air mata di wajahnya.
Dia hanya takut pada dua hal sekarang.
Pertama, cium suamimu!
Kedua, suami tercinta setelah mematikan lampu!
Bermain Dengan Api
“Kita akan ngobrol sebentar lagi, oke?” Aku tidak bisa bicara, hanya bisa menatapnya dengan mata terbelalak sementara jantungku berdegup kencang. Aku hanya bisa berharap bukan aku yang dia incar.
Althaia bertemu dengan bos mafia berbahaya, Damiano, yang tertarik pada mata hijaunya yang besar dan polos, dan tidak bisa mengeluarkannya dari pikirannya. Althaia telah disembunyikan dari iblis berbahaya itu. Namun takdir membawanya kembali padanya. Kali ini, dia tidak akan pernah membiarkannya pergi lagi.
Kecanduan Teman Ayahku
BUKU INI MENGANDUNG BANYAK ADEGAN EROTIS, PERMAINAN NAFAS, PERMAINAN TALI, SOMNOPHILIA, DAN PERMAINAN PRIMAL.
BUKU INI DIBERIKAN RATING 18+ DAN PENUH DENGAN KONTEN DEWASA.
BUKU INI ADALAH KOLEKSI BUKU-BUKU YANG SANGAT PANAS YANG AKAN MEMBUAT CELANA DALAMMU BASAH DAN MENCARI VIBRATORMU.
SELAMAT BERSENANG-SENANG, DAN JANGAN LUPA TINGGALKAN KOMENTARMU.
**XoXo**
"Kamu akan menghisap kontolku seperti gadis baik yang kamu adalah, oke?"
Setelah bertahun-tahun dibully dan harus menghadapi hidupnya sebagai tomboy, ayah Jamie mengirimnya ke sebuah peternakan untuk bekerja pada seorang pria tua, tetapi pria tua ini ternyata adalah fantasi terliarnya.
Seorang pria yang menidurinya dan mengeluarkan sisi femininnya. Jamie jatuh cinta pada Hank, tetapi ketika wanita lain muncul, apakah Jamie memiliki dorongan untuk memperjuangkan pria yang memberi hidupnya sedikit bumbu dan makna untuk terus hidup?
Pak Limbong, Nyonya telah meninggal. Kami turut berdukacita.
Dia pernah menjadi istrinya selama tiga tahun, namun takkan pernah bisa menyaingi cintanya selama sepuluh tahun terhadap wanita lain.












