Bab [20] Dia adalah Karyawan

Nina Pratama berdiri dengan nada tidak terima. “Pak Lukman, Melati Handayani itu nggak telat. Dia nggak sempat absen gara-gara kopi yang Melinda Lestari siram ke dia.”

“Terus?” Adrian Lukman menatap datar. “Kamu lagi mempertanyakan keputusan saya?”

“Nggak usah jelasin, Nina. Ada orang yang matanya...

Masuk dan lanjutkan membaca